Jakarta, Ngabarin.com — Beberapa hari terakhir, jagat maya sempat heboh gara-gara kabar yang menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bakal buka cabang kantor di Papua. Banyak yang bertanya-tanya, “Seriusan Gibran bakal kerja dari Papua? Nggak main TikTok di Istana lagi dong?”
Nah, akhirnya Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra turun tangan buat meluruskan informasi yang sempat bikin gaduh tersebut. Dan… spoiler alert: itu cuma miskom, bestie.
📣 “Gibran Nggak Ngantor di Papua, Apalagi Pindah Kantor!”
Dalam siaran pers resmi yang disampaikan pada Rabu (9/7/2025) pagi, Yusril memastikan bahwa bukan Gibran yang bakal menetap kerja di Papua. Yang bakal punya markas di sana adalah Sekretariat Badan Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (Otsus Papua)—bukan si Wakil Presiden.
“Jadi bukan Wakil Presiden yang akan berkantor di Papua, apalagi akan pindah kantor ke Papua,” tegas Yusril.
Jadi siapa dong yang bakal stay di Papua? Yusril bilang, ya itu tadi, kesekretariatan dan personel pelaksana dari Badan Khusus Otsus Papua, bukan Gibran secara personal. Wapres bisa aja kerja dari sana kalau memang ada kunjungan, tapi bukan berarti bakal pindah domisili kantor tetap.
🧩 Emang Gibran Dapat Tugas Apa sih?
Nah, ini penting. Gibran memang punya peran besar dalam urusan Papua. Berdasarkan Pasal 68A UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua, pemerintah membentuk Badan Khusus buat mengurusi pembangunan dan segala urusan strategis Papua. Presiden sudah menetapkan badan ini lewat Perpres No. 121 Tahun 2022, dan Gibran ditunjuk sebagai ketua badan tersebut.
Anggotanya? Bukan main! Ada Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, dan satu perwakilan dari masing-masing provinsi di Papua. Badan ini bertugas buat sinkronisasi program, harmonisasi kebijakan, evaluasi proyek, dan koordinasi semua implementasi Otsus. Jadi bukan cuma urusan bangun jalan dan gedung, tapi juga soal penanganan HAM, konflik, hingga strategi sosial-ekonomi.
🏢 Kantor di Papua? Iya. Tapi Buat Tim, Bukan Gibran
Nah, karena tugasnya banyak dan lokasinya jauh dari Jakarta, perlu dong ada kantor representatif di Papua? Dan jawabannya: iya. Tapi yang bakal mangkal di sana ya timnya—alias kesekretariatan dan para staf lapangan dari badan tersebut.
“Sebagai Ketua Badan Khusus, apabila Wakil Presiden dan para Menteri anggota badan itu sedang berada di Papua, beliau-beliau tentu dapat berkantor di Kesekretariatan Badan Khusus tersebut,” jelas Yusril.
Jadi kalau nanti Gibran ke Papua dan kerja dari kantor sekretariat itu, bukan berarti dia pindah kantor. Lebih ke sistem remote working sesekali, bukan full move, oke?
🏛 Wapres Tetap di Ibu Kota
Yusril juga mengingatkan, sesuai UUD 1945, kedudukan Presiden dan Wakil Presiden ya tetap di Ibu Kota Negara. Secara hukum, nggak mungkin Wapres tinggal dan kerja tetap di tempat yang beda dari Presiden.
“Tidak mungkin Wakil Presiden akan pindah kantor ke Papua sebagaimana diberitakan oleh beberapa media,” katanya tegas.
🔄 Flashback: Dari Mana Miskom Ini Muncul?
Nah, kenapa bisa heboh? Ternyata, semua berawal dari pernyataan Yusril sendiri dalam acara peluncuran Laporan Tahunan Komnas HAM pada 2 Juli 2025 lalu. Waktu itu, dia bilang pemerintah sedang bahas penugasan khusus buat Gibran demi percepatan pembangunan di Papua. Bahkan sempat ada statement bahwa Gibran “mungkin” akan punya kantor di Papua.
“Sekarang ini akan diberikan penugasan, bahkan mungkin akan ada juga kantornya Wakil Presiden untuk bekerja dari Papua,” kata Yusril saat itu.
Makanya, publik langsung mengartikan bahwa Wapres bakal buka cabang permanen di Papua. Tapi sekarang udah dijelaskan bahwa itu lebih ke fasilitas pendukung buat tim dan agenda sesekali, bukan markas baru.
🧠 Jadi, Intinya…
- Gibran memang dapat tugas khusus soal Papua.
- Tapi bukan berarti dia bakal pindah kantor tetap ke sana.
- Yang bakal ngantor di Papua itu adalah tim dan sekretariat dari Badan Khusus Otsus Papua.
- Wapres bisa aja kerja dari sana kalau pas lagi kunjungan, tapi domisili resminya tetap di Jakarta bareng Pak Presiden.
- Semua info ini udah diklarifikasi langsung oleh Yusril Ihza Mahendra biar nggak ada salah paham lagi.
📲 Netizen, Yuk Cek Fakta Dulu
Kalau kamu sempat mikir Gibran bakal kerja sambil liat pemandangan pegunungan Jayawijaya tiap hari, ya itu cuma imajinasi aja. Tapi satu hal pasti: Papua memang butuh perhatian serius dari pusat, dan penugasan ini salah satu bentuk realnya.
Mau ngikutin perkembangan Papua bareng Gibran? Stay tuned aja, siapa tahu ada konten “Ngantor Bareng Mas Wapres” dari sana nanti 😄 (*)




















