1,3 Milyar Orang di Dunia Akan Menderita Diabetes Pada Tahun 2050

188

Jakarta, Ngabarin.com – Penyakit diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kecacatan. Sayangnya, sebagian besar orang tidak sadar dirinya mengidap diabetes. Besarnya populasi global penderita diabetes yang belum terdiagnosis ini dilaporkan di jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology. Analisis tersebut dilakukan tim dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di Fakultas Kedokteran Universitas Washington dan jaringan kolaborator global. Mereka melakukan analisis kaskade perawatan diabetes untuk semua usia, kedua jenis kelamin, yang meliputi 204 negara dan wilayah dari tahun 2000 hingga 2023.

“Pada tahun 2050, 1,3 miliar orang di dunia diperkirakan akan hidup dengan diabetes, dan jika hampir separuhnya tidak tahu bahwa mereka memiliki kondisi kesehatan yang serius dan berpotensi mematikan, hal ini dapat dengan mudah menjadi epidemi yang tersembunyi,” kata Lauryn Stafford, penulis pertama dan peneliti di IHME.

Pada tahun 2023, diperkirakan 44 persen penderita diabetes berusia 15 tahun ke atas tidak menyadari kondisi mereka. Underdiagnosis tertinggi terjadi pada dewasa muda, meskipun ini berarti mereka menghadapi risiko komplikasi jangka panjang yang lebih tinggi. Di antara mereka yang terdiagnosis, 91 persen menjalani pengobatan farmakologis. Namun, dari mereka yang menerima pengobatan, hanya 42 persen yang kadar gula darahnya dikelola secara optimal. Hal ini berarti hanya 21 persen dari seluruh penderita diabetes di dunia yang kondisinya dikelola secara optimal. Meskipun terdapat perbaikan selama dua dekade, penelitian ini juga menemukan perbedaan yang jauh dalam hal diagnosis dan pengobatan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Amerika Utara yang berpenghasilan tinggi memiliki tingkat diagnosis tertinggi, sementara Asia Pasifik yang berpenghasilan tinggi menunjukkan tingkat pengobatan tertinggi di antara individu yang terdiagnosis.

Menurut WHO, diabetes jadi penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, dan amputasi anggota tubuh bagian bawah. Antara tahun 2000 dan 2019, ada kenaikan tiga persen angka kematian akibat diabetes berdasarkan usia. Pada 2019 saja, diabetes dan penyakit ginjal akibat diabetes menyebabkan dua juta kematian. Diabetes sebenarnya dapat diobati dan komplikasinya dihindari atau ditunda dengan diet, aktivitas fisik, obat-obatan, dan pemeriksaan rutin serta pengobatan untuk komplikasi.