Tegaskan Pedoman Berbangsa, Lokot Nasution Kembali Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Deli Serdang

133

Deli Serdang, Ngabarin.com — Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Muhammad Lokot Nasution kembali gelar Sosialisasi 4 Pilar untuk menyampaikan materi wawasan kebangsaan. Sosialisasi kali ini diselenggarakan di Lapangan Desa di Medan Krio, Kec.Sunggal – Deli Serdang.

M. Lokot Nasution yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumut ini menyampaikan bahwa Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika adalah pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara. “Ini adalah pedoman, nilai berbangsa. Bayangkan kita hidup dalam suatu negara namun kehilangan arah karena tidak ada pedoman yang kita pegang”, ujar Lokot di tengah kegiatan sosialisasi berlangsung, Rabu (14/05/2025) lalu.

Lokot memaparkan bahwa adalah sebuah kesalahpahaman yang sangat disayangkan apabila 4 pilar dinilai hanya untuk pemerintah dan politisi. Justru, pedoman ini perlu dipahami dan dipegang oleh masyarakat sebagai social control.
“Pemerintah dan politisi benar memerlukan 4 pilar ini menjadi pedoman. Tapi bukan kami saja, semua elemen masyarakat pun memerlukannya. Kita semua membutuhkan pegangan. Justru masyarakat dapat menjadikan pedoman ini untuk mengawasi dan mengevaluasi setiap program atau kebijakan yang dibuat oleh para policy maker sejalan dengan value 4 pilar kebangsaan”, tegasnya.

Di tengah sosialisasi, Lokot mengapresiasi atas pertanyaan dan masukan dari para peserta. “Pertanyaan yang bagus sekali ini, bagaimana negara menjamin hak kita dalam berpendapat di media sosial karena kebebasan kita untuk berekspreasi di media online kerap kali dibatasi?,” ujarnya ketika salah seorang peserta memberikan pertanyaan.

“Pada prinsipnya, Pasal 28J UUD 1945 menjamin kebebasan berekspresi warga negara dengan tetap menghormati hak orang lain dan tetap tertib hukum. Kita boleh berpendapat di media sosial sepanjang apa yang kita sampaikan dapat dipertanggungjawabkan dan bukan sebuah hoax atau kebohongan belaka. Oleh karena itu, jaminan atas kebebasan berekspresi tersebut harus kita gunakan secara bijak dan bermanfaat”, tambah Lokot.

Di akhir pertemuan, Husin Siregar salah satu peserta berharap agar kegiatan sosialisasi ini dilakukan dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil dibandingkan dilakukan dalam kapasitas yang besar sebanyak 150 orang seperti saat kegiatan berlangsung.

“Materi ini sangat bermanfaat sekali, saya berharap Bapak Lokot sekiranya dapat melakukan kegiatan ini lebih sering di kelompok-kelompok yang lebih kecil jumlahnya, seperti sekolah setingkat SMA/SMK, kampus-kampus atau kelompok keagamaan agar diskusi dapat berlangsung lebih detail dan mendalam,” ucap Husin. (amt)