Medan, Ngabarin.com — Generasi Z menghadapi tantangan serius dalam dunia ketenagakerjaan Indonesia. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 9,9 juta anak muda dari generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 tersebut tercatat belum memiliki pekerjaan. Angka ini menjadi cerminan kegagalan ekosistem pendidikan dan ketenagakerjaan dalam menjembatani kebutuhan pasar.
Laporan yang dihimpun oleh Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengungkap bahwa ketimpangan antara keterampilan yang dimiliki para pencari kerja dan kebutuhan dunia industri menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka pengangguran di kalangan Gen Z.
“Kita menghadapi mismatch yang serius,” kata Peneliti CIPS, Arya Fernandes, dalam diskusi daring yang digelar Rabu (29/5/2025). “Banyak anak muda memiliki ijazah, tetapi tidak kompeten dalam keahlian yang dibutuhkan oleh pasar kerja saat ini.”
Sektor teknologi, agrikultur modern, hingga ekonomi digital menunjukkan pertumbuhan pesat, namun justru kekurangan tenaga kerja terampil. Di sisi lain, sebagian besar Gen Z lulusan baru masih berkutat dengan keterampilan dasar dan minim pengalaman kerja.
Pemerintah pun didesak untuk segera merespons tantangan ini dengan strategi pelatihan kerja yang lebih adaptif serta kurikulum pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Harapan Baru?
Meski begitu, sejumlah program vokasi dan inisiatif pelatihan daring mulai menjamur, menawarkan harapan bagi Gen Z untuk mengasah keterampilan praktis. Beberapa perusahaan teknologi bahkan mulai meluncurkan program bootcamp gratis yang menargetkan generasi muda tanpa pengalaman kerja.
Ekonom dari Universitas Indonesia, Lina Marlina, menilai bahwa intervensi dari sektor swasta perlu diperkuat. “Pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Dunia usaha harus aktif membuka ruang belajar yang konkret bagi Gen Z,” ujarnya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investasi pada generasi muda menjadi taruhan masa depan bangsa. Sebab, kegagalan mengatasi pengangguran di kalangan Gen Z bukan hanya masalah hari ini, tetapi dapat menjadi krisis demografis di masa depan. (tam)























