Jakarta, Ngabarin.com – Di saat kebanyakan masyarakat Indonesia masih menganggap seks dan kehamilan di luar nikah sebagai hal yang tabu, ternyata ada budaya di Bali yang justru mendorong hal itu. Namanya “Sing Beling Sing Nganten”, yang artinya kurang lebih: kalau nggak hamil, ya nggak nikah.
Yes, kamu nggak salah baca.
Peneliti muda dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Anastasia Septya Titisari, menyebut budaya ini sudah jadi praktik nyata yang dilakukan banyak remaja, dan—ini yang bikin mencengangkan—didukung oleh para orang tua mereka sendiri!
“Budaya ini bukan cuma slogan. Tapi sudah bikin resah karena menyebabkan tingginya angka kehamilan yang nggak direncanakan,” tulis Anastasia di The Conversation.
💡 Uji Coba Sebelum Sah?
Tradisi “sing beling sing nganten” pada dasarnya adalah semacam test drive sebelum nikah—tapi bukan soal mobil, melainkan uji kesuburan perempuan.
Kalau hamil? 💍 Langsung dinikahin.
Kalau nggak? 💔 Ya udah, hubungan putus dan gak jadi nikah.
Hal ini berdasarkan hasil temuan Youth Voices Research, yang mengungkap bahwa seks pranikah dianggap wajar dalam konteks budaya ini. Tapi, dampaknya besar, terutama bagi perempuan.
⚠️ Siapa yang Dirugikan?
Tentu aja, perempuan jadi pihak yang paling banyak menanggung akibatnya.
“Perempuan dianggap sebagai alat untuk melanjutkan keturunan keluarga laki-laki,” kata Anastasia.
Beberapa dampak dari budaya ini antara lain:
- 💢 Perempuan dijadikan objek uji coba kesuburan
- 💔 Kalau nggak hamil, bisa kena stigma ‘mandul’
- 😔 Kalau hamil sebelum menikah, posisinya jadi rentan secara sosial dan hukum
- 😵💫 Tekanan mental & emosional meningkat drastis
Jadi, meski kelihatan seperti hubungan ‘cinta’, kenyataannya tradisi ini malah membatasi kebebasan perempuan atas tubuh dan hak reproduksinya.
👀 Kok Bisa?
Anastasia menyebut bahwa budaya ini merupakan bentuk konstruksi gender patriarkis, di mana laki-laki diutamakan untuk melanjutkan garis keturunan, dan perempuan “ditugaskan” untuk membuktikan dirinya subur dulu, baru bisa dilamar.
🚨 Harus Gimana?
Budaya semacam ini bikin kita harus makin sadar pentingnya:
- ✊ Edukasi seks yang sehat
- 👩⚖️ Perlindungan hukum untuk perempuan
- 🧠 Kesadaran tentang hak tubuh & kesehatan mental
So, jangan sampai budaya yang tampaknya “biasa” ini malah jadi jebakan yang merugikan banyak perempuan muda.(*)























