📉📈 IHSG Era Jokowi Kalah Kencang Dibanding SBY & Megawati? Ini Kata Ahli Pasar Modal
Jakarta, Ngabarin.com — IHSG naik di era Jokowi, tapi nggak sekencang zaman SBY dan Megawati. Kenapa bisa gitu?
Yuk kita bedah bareng-bareng!
Menurut data dari CNBC Indonesia, performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo naik 53,95%. Terdengar oke, tapi ternyata nggak sekeren pendahulu-pendahulunya.
Coba tengok:
- BJ Habibie: IHSG naik 45,39%
- Gus Dur: IHSG anjlok 27,37%
- Megawati: IHSG ngebut 82,12%
- SBY: GILA! IHSG melejit 498,12% 🚀
- Jokowi: 53,95% aja
🤔 Kok bisa Jokowi kalah jauh dari SBY?
Menurut Hans Kwee, praktisi pasar modal yang juga dosen di Atma Jaya dan Trisakti, zaman Megawati itu momen rebound setelah krisis 1998. Jadi IHSG naik tajam karena sebelumnya udah jatuh dalam banget.
Lanjut ke era SBY, Indonesia lagi panen duit dari booming harga komoditas. Mulai dari batu bara, minyak sawit, sampai logam dunia semua naik daun. Belum lagi properti ikut ngebut, bikin IHSG ikut ngebut juga. Perfect combo!
“Kedua sebab itulah yang bikin IHSG terbang di era SBY,” ujar Hans.
😷 Jokowi kurang hoki?
Sayangnya, begitu Jokowi naik kursi RI-1 tahun 2014, booming komoditas udah bubar jalan. Belum selesai beradaptasi, datang lagi drama global:
- Perang dagang AS vs China
- Pandemi Covid-19 (ya, ini ngacak semua sektor ekonomi!)
- Perang Rusia-Ukraina
- Geopolitik Timur Tengah makin panas
- Inflasi global + suku bunga naik = dana asing kabur dari pasar Indonesia
“Semua itu bikin IHSG di era Jokowi nggak bisa ngacir seperti zaman SBY,” jelas Hans.
💡 Jadi, ini bukan soal siapa presidennya, tapi soal situasi dunia juga.
Meski IHSG era Jokowi nggak bisa ngalahin SBY, tetap ada growth kok. Tapi ya, ngelawan era komoditas emas plus booming properti memang bukan perkara mudah.
Yang penting, jangan lupa: pasar modal tuh nggak cuma soal angka, tapi juga momentum. Dan di era Jokowi, momentumnya emang lagi nggak bersahabat.(*)























