Lokot Nasution Tekankan Penguatan Nilai Kebangsaan Saat Sosialisasi 4 Pilar di Medan

70

MEDAN, Ngabarin.com — Sekitar 150 warga Medan Kesawan mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar di Balai Kota Medan, Selasa (10/2/2026). Kegiatan yang menghadirkan Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, H. Muhammad Lokot Nasution, ST, sebagai narasumber itu berlangsung tertib dan interaktif.

Dalam kegiatan tersebut, Lokot menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—harus dimaknai sebagai pedoman praktis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ia menyoroti pentingnya memperkuat nilai persatuan di Kota Medan yang dikenal sebagai daerah multietnis dan multikultural. “Keberagaman adalah kekuatan. Nilai-nilai 4 Pilar harus menjadi fondasi dalam menjaga harmoni sosial,” ujarnya.

Sejak awal kegiatan, peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi. Diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan kritis dari warga terkait persoalan sosial yang mereka hadapi sehari-hari.

Salah satu isu yang mencuat adalah mengenai intoleransi di Kota Medan. Menjawab pertanyaan tersebut, Lokot menegaskan bahwa tindakan intoleransi bertentangan dengan nilai Pancasila, khususnya sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila ketiga tentang Persatuan Indonesia.

Menurut dia, konstitusi melalui UUD 1945 telah menjamin kebebasan beragama serta hak setiap warga negara untuk hidup aman dan bebas dari diskriminasi. Karena itu, masyarakat diminta aktif membangun dialog, menolak segala bentuk provokasi, serta memperkuat solidaritas sosial di lingkungan masing-masing.

Kegiatan yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya penguatan wawasan kebangsaan itu ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen kolektif untuk terus menjaga persatuan serta keutuhan NKRI.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran konstitusional masyarakat sekaligus penguatan komitmen bersama dalam merawat kebhinekaan di tengah dinamika sosial Kota Medan. (am)