Medan, Ngabarin.com — Komitmen memperkuat nilai-nilai kebangsaan kembali ditegaskan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, M. Lokot Nasution, melalui kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar pada Jumat, 12 Desember 2025 di Andansari, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Dalam suasana yang hangat, M. Lokot Nasution menyampaikan paparan mengenai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan bahwa Pancasila dirancang sebagai ideologi yang terbuka, sehingga nilainya tetap relevan dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat di setiap zaman dan tidak pernah tertinggal oleh perkembangan waktu.
M. Lokot Nasution juga menjelaskan bahwa UUD 1945 telah mengalami beberapa kali amandemen sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan bangsa dan tuntutan demokrasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa Pembukaan UUD 1945 tidak boleh diubah, karena merupakan jiwa, cita-cita, dan semangat kebangsaan yang menjadi dasar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menariknya, dalam sesi diskusi, salah seorang peserta mengajukan pertanyaan mengenai apa yang menjadi pondasi bangsa agar tetap kuat meskipun masyarakat kerap berbeda pandangan atau merasa berseberangan dengan pemerintah. Menanggapi hal tersebut, M. Lokot Nasution menyampaikan bahwa pondasi kekuatan bangsa terletak pada nilai Pancasila, konstitusi UUD 1945, dan komitmen terhadap persatuan. Perbedaan pendapat dengan pemerintah adalah bagian dari demokrasi, namun tidak boleh merusak persatuan nasional. Kritik harus disampaikan secara konstitusional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan bersama, bukan pada perpecahan.
Menurutnya, selama masyarakat tetap berpegang pada nilai kebangsaan, menghormati hukum, dan menjunjung persatuan, maka bangsa Indonesia akan tetap kokoh meskipun menghadapi perbedaan pandangan politik atau kebijakan.
Menutup kegiatan, M. Lokot Nasution mengajak seluruh peserta untuk menjadikan 4 Pilar Kebangsaan sebagai pedoman hidup sehari-hari, bukan sekadar bahan diskusi. Ia berharap, melalui pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai kebangsaan, masyarakat dapat terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas sosial, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. (am)




















