Lokot Nasution : Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Ibarat Perekat, Membuat Erat dan Melekat

163

Deli Serdang, Ngabarin.com – Dalam upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Dusun 5, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu, 30 Juli 2025.

Kegiatan ini mengangkat empat pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Acara dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, serta warga sekitar yang tampak antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi.

Dalam pemaparannya, Anggota MPR RI tersebut menyampaikan pentingnya memperkuat jati diri bangsa melalui internalisasi nilai-nilai 4 Pilar dalam kehidupan sehari-hari. “Sosialisasi ini bagi beberapa orang hanyalah materi biasa. Namun, perlu kita sadari bersama justru melalui sosialisasi seperti ini kita kembali erat, karena seyogyanya sosialisasi ini ibarat perekat” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat. Salah satu warga mengangkat pertanyaan seputar persiapan masyarakat dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80, termasuk perlombaan Agustusan yang akan digelar di tingkat dusun.
Menanggapi hal tersebut, Anggota MPR RI menyampaikan pandangannya dengan positif:
“Saya merasa bahwa lomba Agustusan seperti yang kita lalui setiap tahunnya perlu dipandang sebagai hal positif. Kegiatan seperti ini justru dapat meningkatkan kecintaan terhadap NKRI kita. Solidaritas yang terbangun antar warga, kreativitas dan keseruan acara yang membuat kita bangga berbangsa Indonesia. Justru saya menilai bahwa kegiatan seperti ini adalah salah satu contoh implementasi dalam mencintai NKRI kita.
Walaupun demikian, tetap perlu diperhatikan agar lomba-lomba Agustusan nantinya tidak sarat akan unsur SARA dan bertendensi menimbulkan konflik atau perpecahan antar warga,” jelasnya.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan. Warga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin agar pemahaman dan rasa cinta tanah air terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. (amt)