Jakarta, Ngabarin.com — Presiden Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik. Kali ini bukan karena manuver politiknya, tapi lewat pujian manis nan hangat yang dilontarkannya untuk dua tokoh Demokrat: Menteri Koordinator Infrastruktur AHY dan sang ayah, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam gelaran Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 yang digelar di JCC Senayan, Kamis (12/6), Prabowo tampak sumringah menyaksikan pemaparan AHY. Dengan nada penuh keyakinan, ia mengatakan, “Saya senang karena berarti saya tidak salah pilih Menko Infrastruktur.”
Gaya bicara Prabowo santai tapi tegas. Ia mengaku tak sering memberi arahan panjang lebar kepada AHY. Tapi AHY, katanya, paham betul apa yang jadi visi besarnya. “Saya kasih garis besarnya aja, dan beliau bisa langsung tangkap intinya,” ujar Prabowo, memberi highlight betapa solid chemistry antara presiden dan menterinya ini.
Prabowo & AHY: Dinamis Duo Kabinet
Menurut pengamat politik Adi Prayitno, gaya Prabowo yang suka memberi apresiasi bukan gimmick semata. “Dia Presiden yang emang hobi kasih penghormatan ke siapa pun yang menurut dia layak,” kata Adi. AHY, katanya, jelas masuk daftar itu. Terlebih setelah jadi magnet baru buat para investor asing sejak ditunjuk sebagai Menko.
“Prabowo lihat AHY bisa gerak cepat, adaptif, dan punya performa yang keren. Makanya dia nggak ragu kasih pujian,” tambahnya.
Tapi tunggu dulu, ini bukan sekadar soal kinerja menteri. Di balik pujian itu, ada makna politis yang nggak bisa diabaikan: terima kasih Prabowo kepada Demokrat yang all out dukungannya selama Pilpres. AHY dan SBY adalah bagian penting dari perjalanan itu.
Throwback Manis ke Masa Taruna
Bergeser ke sehari sebelumnya, momen hangat lain terjadi saat Prabowo meresmikan Kampus Bhinneka Tunggal Ika Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul. Di situ, SBY duduk di barisan depan. Prabowo memanggilnya “panutan” dan “perintis”, lalu membongkar sedikit kisah masa lalu mereka saat sama-sama jadi taruna.
“Kita pernah satu angkatan, tapi Pak SBY lulus duluan. Saya, karena saking disayangnya, ditambah satu tahun lagi,” canda Prabowo disambut tawa hadirin.
Ia lanjut, “Tapi dua-duanya akhirnya jadi Presiden RI. Itu artinya… proses itu penting, Guys.”
Prabowo juga sempat memberi pesan ke para kadet Unhan: “Contohlah Pak SBY, jangan ikuti saya. Saya ini anomali.”
Politik Tapi Penuh Rasa
Kalau biasanya panggung politik penuh dengan pernyataan formal dan strategi dingin, momen Prabowo-AHY-SBY ini justru terasa hangat dan personal. Ada chemistry, ada nostalgia, dan ada rasa terima kasih yang tulus disampaikan dengan gaya khas Prabowo: blak-blakan, tapi penuh warna.
Dalam era politik yang sering terasa kaku, kadang kita butuh narasi yang seperti ini—yang menunjukkan bahwa di balik jabatan dan jabatan, ada cerita manusia, persaudaraan, dan saling percaya. (*)




















