Truk ODOL: Bukan Cuma Rusak Jalan, Tapi Juga Bikin Nyawa Melayang!

164

 

ODOL = Kejahatan Jalanan? Polisi: Ini Bukan Salah Paham, Tapi Kesengajaan!

🚨 ODOL alias Over Dimension Over Load lagi-lagi jadi spotlight. Tapi kali ini bukan cuma soal jalan rusak atau truk nyangkut di flyover, bro. Polisi udah angkat suara tegas: ODOL itu bukan cuma pelanggaran, tapi udah masuk kategori kejahatan.

Gak main-main, ini disampaikan langsung oleh Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal. Dalam sebuah Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (24/6), beliau bilang bahwa pelaku ODOL udah tahu konsekuensi tindakannya, tapi tetap dilakukan. Itu artinya: sengaja bikin risiko orang lain celaka.

“Over dimensi itu masuk kategori kejahatan. Karena ada unsur kesengajaan melakukan sesuatu yang sudah tahu akibatnya bisa menimbulkan korban jiwa,” tegas Faizal.


ODOL Itu Apa Sih? Dan Kenapa Berbahaya Banget?

ODOL adalah praktik di mana kendaraan—biasanya truk atau bus—diubah ukurannya (over dimensi) dan diisi muatan berlebih (over load). Semua itu demi satu hal: biar bisa angkut barang lebih banyak.

Sounds smart? Not really. Karena modifikasi ini sering ilegal dan membahayakan. Banyak truk dimodifikasi tanpa standar keselamatan. Bayangkan truk segede gaban, penuh barang, tapi rem-nya nggak optimal. Mau lewat tanjakan aja bisa jadi mimpi buruk. 😬

Di jalan raya, truk ODOL ini bukan cuma ancaman buat dirinya sendiri, tapi juga pengguna jalan lain. Dan buktinya? Data dari Korlantas gak main-main.


75 Orang Meninggal Setiap Hari di Jalanan

Faizal ngebuka data kelam: selama tahun 2024, ada 26.839 korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas. Itu artinya, rata-rata 75 orang meninggal setiap hari, atau 3 orang per jam.

Gak semuanya karena ODOL, tapi kendaraan over dimensi dan over load ini ikut andil besar dalam tragedi-tragedi itu.

“Ini kolaborasi dari hulu ke hilir. Kami di hilir, yang langsung berhadapan dengan dampak di lapangan. Tapi kita gak bisa kerja sendiri. Dari pembuat aturan, pengusaha angkutan, sampai sopir harus punya kesadaran kolektif,” kata Faizal.


ODOL Bukan Lagi Soal Truk, Tapi Soal Nyawa

Di era sekarang, di mana semuanya udah serba canggih dan transparan, membiarkan ODOL tetap eksis itu kayak ngundang maut. Truk-truk ODOL gak cuma merusak infrastruktur, tapi juga merampas rasa aman di jalanan.

Yang paling nyesek? Kadang ODOL ini bukan kesalahan supir. Tapi sistem — dari pemilik armada yang pengen untung banyak, sampai pengawasan yang longgar.

Itulah kenapa Faizal menegaskan: perlu gerakan kolektif dari hulu ke hilir. Dari kementerian, DPR, dunia usaha, kampus, sampai masyarakat. Semua harus peduli.


#MenujuZeroODOL: Mau Jalanan Aman? Jangan Diam Aja

Jangan tunggu kita atau orang terdekat jadi korban baru peduli. Gerakan #ZeroODOL2026 bukan cuma soal peraturan teknis. Tapi ini soal keselamatan kamu, gue, dan semua yang ada di jalanan.

So, next time kamu lihat truk yang ukurannya gak masuk akal atau muatannya kayak mau pindahan satu kampung — jangan cuma diem. Foto, laporin, suarakan.

Karena ODOL bukan sekadar pelanggaran, tapi ancaman nyata. Dan sekarang kita tahu: ini bukan salah paham, ini kejahatan yang disengaja.


💬 Pernah nyaris celaka karena truk ODOL? Drop cerita kamu di kolom komentar. Kita lawan bareng-bareng!